Keluarga adalah lembaga pendidikan yang
pertama bagi anak. Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang utama bagi anak,
karen sebagian besar kehidupan anak ada di dalam lingkungan keluarga. Sehingga
pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah semata. Tak heran bila keluarga
adalah lembaga pendidikan yang tertua, kerana sejak lahir anak pertama kali
mengetahui dan menganal lingkungan keluarga
Demikian disampaikan Lydia Freyani Hawadi
yang lebih akrab dipanggil Reni Akbar, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Non
Formal dan Informal (PAUDNI) yang juga Psikolog UI. Reni menyebut, fungsi
keluarga damlam pembentukan kepribadian dan mendidik anak di rumah, juga
sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak, menjamin kehidupan emosional anak
menanamkan dasar pendidikan sosial, meletakan dasar pendidikan agama.
Orang tua bertanggung jawab dalam
memotivasi dan mendorong keberhasilan anak, memberikan kesempatan belajar dengan
mengenalkan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagu
kehidupan kelak sehingga ia mampu menjadi manusia dewasa yang mandiri. “Tidak
kalah penting, orangtua wajib menjaga kesehatan anak, sehingga isa dapat dengan
nyaman menjalankan proses belajar yang utuh, memberikan kebahagiaan dunia dan
akhirat dengan memberikan pendidikan agama yang sesuai,” tambah Reni
Lama Menonton TV
Sementara saat di rumah,
banyak anak yang menghabiskan waktu dengan menonton televisi. Menurut Prof Lina
Pagani dari University of Montreal, anak balita yang terlalu lama menonton
televisi, dapat tertinggal dalam kemampuan berbicara dan berhitung.
Penelitian yang telah dilakukan oleh
University of Montreal, merupakan studi pertama yang menemukan hubungan antara
terlalu banyak menonton televisi dan risiko bayi yang miskin keterampilan
motorik serta bermasalah dalam psikososial. Profesor Linda Pagani yang memimpin
penelitian itu mengingatkan orangtua, agar membatasi balita menonton televisi
tidak lebih dari dua jam TV sehari. Dikemukakan masalah dalam psikososial serta
kurangnya kemampuan motorik gara gara terlalu banyak menonton televisi, bisa
menjadikan anak di bully oleh teman temannya. “Temuanini menunjukan perlunya
kesadaran orangtua dalam membatasi waktu menonton televisi baggi balita berusia
dua tahunyaitu tidak lebih dari dua jam sehari, suatu rekomendasi Asosiasi
Pediatrik Amerika Serikat,” kata Pagani. Penelitian tersebut dilakukan terhadap
991 anak perempuan dan 1.006 anak laki laki di Quebec, semuanya berusia 29
bulan.
Bekerja Sama Dengan Sekolah
Menteri Negara
Pemberdayaan Permpuan dan Perlindungan Anak (Menag PP dan PA), Lidya Amalia
Sari Gumelar mengatakan, Undang Undang (UU) Perlindungan anak dan Konversi anak
ialah anak berusia dibawah 18 tahun. Dalam sensus penduduk BPS 2010 terdapat
34,6 persen dari jumlah penduduk indonesia, sekitar 80 juta anak indonesia.
Untuk itu kewajuban bersama dalam
menyiapkan hak anak untuk menciptakan masyarakat cerdas. “Peran keluarga dan
kelompok terkecil sangan berperan penting dalam mendidik anak usia dini.
Pendidikan keluarga merupakan pendidikan dasar dalam membentuk karakter dan
kualitas anak,” kata Lidya
Lidya menyebut, orantua harus berkerjasama
dengan sekolah. Sikap anak terhadap sekolah sangat dipengaruhi oleh sikap orangtua terhadap sekolah.
Sehingga, sangat dibutuhkan kepercayaan orangtua terhadap sekolah yang
menggantikan tugasnya selama diruang sekolah.
Sumber : Kedaulatan Rakyat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar