Sabtu, 19 Oktober 2013

Inovasi : Tempe dari Biji Nangka


     Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang menjadi pilihan utama masyarakat indonesia. Tempe merupakan makanan yang penuh protein dan bisa digunakan sebagai pengganti daging. Selama ini tempe dibuat dari kedelai. Namun banyak nya permintaan tempe membuat harga kedelai meningkat dan harga tempe pun ikut naik.
     Kenaikan harga tempe ini mendorong mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) ntuk mengolah bahan alternatif pengganti kedelai dengan biji nangka atau disebut juga beton oleh masyarakat jawa.
     Mahasiswa keratif itu adalah Anital Manzilah dan Luluc Dwi Argeswari , alasan mereka memilih biji nangka karena biji nagka selama ini hanya dibuang atau direbus saja sebagai kudapan. Padahal biji nagka juga memiliki kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi serta vitamin A,B dan C seperti kedelai. Bahkan kandungan lemak dari biji nangka lebih rendah daripada kedelai serta dapat digunakan sebagai obat batuk.
     Cara membuat tempe berbahab dasar biji nagka yaitu biji nagka dikupas, lalu direndam selama 24 jam baru di iris dan direbus hingga sedikit lunak. Rebuusan biji nangka yang telah matang ditiriskan dan didinginkan lalu ditaburkan ragi tempe dan dicampur hingga rata. Terakhir, tempe biji nagka dibungkus daun pisang. Perlu diperhatikan peragian tidak menggunakan takaran yang sesuai menyebabkan biji nangka membsk dan terlalu lembek, sehingga tak layak dikonsumsi. Untuk menghasilkan tempe biji nagka yang baik memerlukan setengah sendok teh untuk seperampat kilogram biji nagka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar